angin menamparku hari ini...
terlalu keras , terlalu sakit...
menitik sedikit demi sedikit...
tetes tetes yang penuh luka,
terbuang sia sia
menguap tanpa asa
mengering penuh duka
tanpa rasa, tanpa cinta...
menghijau, membiru, memutih
semua berpadu... indah... asri...
tapi semua sunyi
tiada hijau yang bergoyang,
tiada biru yang berarak,
tiada putih yang berlari.
daun gugur, melangkah tertatih...
lemah dan tanpa daya,
semua sembunyi, dari kesunyian...
angin takut, aku takut, semua takut
mati , mati, mati dan mati...
sembunyi, sunyi, dan mati...
Sabtu, 11 Juni 2011
Kamis, 09 Juni 2011
bosan
aku merasa bosan,
aku kembali meragu
apa yang harus kulakukan?
jika setiaku telah hilang?
hanya bosan, jenuh dan bosan
sayang itu masih ada,
tapi aku bosan...
apa yang bisa kau lakukan??
jika mauku sudah lari?!
bisa apa kau??
jadikanku rattumu?
namun aku takkan terkesan,
karna aku bosan...
luluhkan hatiku lagi...
dengan sengsaramu!
dengan dukamu!
dengan air matamu!
semua menjadi hitam-putih...
ketika aku bosan,
aku bosan mata sayumu...
aku bosan sentuhanmu, rayuanmu...
dan kepedulianmu...
aku bosan...
tapi jangan lari...
karrna kau hanya bosan...
hanya bosan...
aku kembali meragu
apa yang harus kulakukan?
jika setiaku telah hilang?
hanya bosan, jenuh dan bosan
sayang itu masih ada,
tapi aku bosan...
apa yang bisa kau lakukan??
jika mauku sudah lari?!
bisa apa kau??
jadikanku rattumu?
namun aku takkan terkesan,
karna aku bosan...
luluhkan hatiku lagi...
dengan sengsaramu!
dengan dukamu!
dengan air matamu!
semua menjadi hitam-putih...
ketika aku bosan,
aku bosan mata sayumu...
aku bosan sentuhanmu, rayuanmu...
dan kepedulianmu...
aku bosan...
tapi jangan lari...
karrna kau hanya bosan...
hanya bosan...
bukan lenteraku
semua ini, tiba tiba menjadi hambar
jadi terasa menjemukan
air yang menari riang menjadi tenang
daun daun yang bernyanyi menjadi bisu
angin yang ceria menjadi diam
matahari menjadi lentera
bulan pun padam...
bintang, satu, dua yang nampak
tertutup awan hitam...
menjadi bosan...
cahayanya meredup,
mulai hilang, mulai memburam..
kehangatannya memudar...
seperti pudarnya pesonamu....
tapi ternyata rasa itu,,,
lebih dalam dari dalamnya samudra...
lebih terang dari ribuan lentera...
lebih indah dari jutaan bintang di angkasa...
rasa itu terpatri, meresap
dalam setiap denyut nadi...
mengalir dalam tiap jengkal aliran darah...
terlalu terasa, indah, dan dalam....
jadi terasa menjemukan
air yang menari riang menjadi tenang
daun daun yang bernyanyi menjadi bisu
angin yang ceria menjadi diam
matahari menjadi lentera
bulan pun padam...
bintang, satu, dua yang nampak
tertutup awan hitam...
menjadi bosan...
cahayanya meredup,
mulai hilang, mulai memburam..
kehangatannya memudar...
seperti pudarnya pesonamu....
tapi ternyata rasa itu,,,
lebih dalam dari dalamnya samudra...
lebih terang dari ribuan lentera...
lebih indah dari jutaan bintang di angkasa...
rasa itu terpatri, meresap
dalam setiap denyut nadi...
mengalir dalam tiap jengkal aliran darah...
terlalu terasa, indah, dan dalam....
luka
melukai luka
yang semakin menganga
berteriak sekerasnya
tentang duka
begitu gelap terasa
ada bintang disana...
mengerjap genit, begitu jelita...
gulita.
sunyi terasa
dan merasa semua tidak ada,
aku meragu tentang kehidupanku
raga ini, nyatakah??
dan semua ini melukai luka...
yang telah menganga...
ada tawa yang hilang
ada duka yang mulai merayap
ada tangis yang mengendap
tap... tap... tap...
semakin dekat...
semakin menyemu...
rasa terhenyak,
hati mengelak,
merampas semua...
yang semakin menganga
berteriak sekerasnya
tentang duka
begitu gelap terasa
ada bintang disana...
mengerjap genit, begitu jelita...
gulita.
sunyi terasa
dan merasa semua tidak ada,
aku meragu tentang kehidupanku
raga ini, nyatakah??
dan semua ini melukai luka...
yang telah menganga...
ada tawa yang hilang
ada duka yang mulai merayap
ada tangis yang mengendap
tap... tap... tap...
semakin dekat...
semakin menyemu...
rasa terhenyak,
hati mengelak,
merampas semua...
Langganan:
Komentar (Atom)